Responsive Banner design

Puisi "Bantulah Hambamu"


Bantulah Hambamu

Termenungku terdiam
Membisu tanpa sepatah kata
Terpaku dalam gelisah
Tak ada arah tujuan
Tuhan
Haruskah beban ini ku tanggung
Tuhan
Haruskah aku memikul semua ini
Bantulah aku
Tuntunlah aku
Menghadapi cobaanmu
Menjalani lika liku hidupku
Hanya kepadamu aku  memohon
Memohon petunjuk
Agar aku bisa menjalani dengan baik
Agar aku kembali tersenyum


Puisi "Semangat Belajar"


Semangat belajar
Ketika matahari terbit
Membakar semangatku
Untuk menuntut ilmu
Demi masa depanku
Demi kebahagiaanku

Kau selalu ada
Dalam pikiranku
Kau selalu aku ingat
Tak jemu aku mencarimu
Hingga aku bisa

Semakin banyak ku belajar
Semakain banyak yang tak ku tahu
Semakain aku bersemangat
Tuk terus belajar

Karena aku yakin
Dengan belajar
Ku kan menggapai cita-cita

Puisi "Pesona Alam Desaku"


Pesona Alam Desaku
Pohon melambai-lambai dengan riangnya
Angin bertiup sepoi-sepoi tiada batasnya
Burung berkicau dengan merdunya
Binatang bercanda dengan girangnya
Gunung mengulang tinggi menembus awan
Ketika pagi menjalang
Matahari menampakan sinarnya dari balik gunung
Ayam menyambut datangnya pagi
Itulah keindahan alam desaku
Yang selalu aku rindukan
Keindahan alam desaku
Tidak bisa digantikan oleh apapun

Puisi "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa"


Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Dengan berbekal pengetahuanmu
Kau didik aku
Kau berikan aku ilmu
Kau hapuskan
Ketidak tahuanku
Wahai guruku
Sungguh angung jasamu
Mendidik kami dengan sabar
Hingga kami menjadi berguna
Wahai guruku
Jasamu kan ku kenang
Kata-katamu kan ku ingat
Sebagai bekal kun anti
Tuk menyongsong masa depan
Terimakasih guruku
Engkau pahlawanku
Pahlawan tanpa tanda jasa

Puisi "Pahlawan Penyelamat Bangsa"


Pahlawan Penyelamat Bangsa

Jiwa ragamu kau  taruhkan
Demi menyelamatkan bangsa ini
Melawan badai tiada henti
Melawan arus tiada tanding
Mengorbankan semangat juang yang tinggi
Waktu demi waktu berlalu
Tiada henti kau melawan penjajah
Melawan dengan penuh semangat
Melawan dengan tekad yang kuat
Kau berjuang dengan gagah berani
Menghapus ketidakadilan
Mempersembahkan kemerdekaan
Untuk bangsa tercinta

Puisi "Ibuku Sayang"


Ibuku Sayang
Oh.. ibuku sayang
Betapa besar jasamu
Melahirkan dan merawatku
Menyayangiku dengan sepenuh hati

Laksana mentari
Yang menyinari bumi
Memberi harapan
Dan  kehangatan

Oh.. ibuku sayang
Tak akan mampu aku mebalas
Setiap tetes air matamu
Setiap tetes keringatmu
Dan setiap pengorbananmu
Yang kau berikan padaku

Oh.. ibuku sayang
Hanya doa yang aku persembahkan
Semoga tuhan menyayangimu
Melindungimu dengan rahmatnya
Seperti engkau melindungiku

Puisi Cinta


“Anugerah Terindah”
Kau datang dengan senyum manis
Kau bawa sejuta kejutan indah
Kau berikan kasih sayangmu
Kau buatku sempurna

Menjagaku layaknya malaikat pelindung
Memberi kehangatan layaknya mentari
Menghiasi hidupku layaknya bintang
Menerangiku layaknya rembulan malam

Kau tak biarkan aku bersedih
Kau selalu buat ku tertawa bahagia
Kau selalu buat ku nyaman disisimu
Kau selalu trima kekuranganku

Cinta mu sangat tulus padaku
Ku ingin selalu bersama mu
Menyayangi mencintai selalu seperti ini
Tak kan berubah sampai akhir jaman

Puisi tentang Lingkungan


“Stop Rusak Bumi Ini”
Hembusan angin nan lembut
Lambaian pepohonan
Gemericik air mengalir
Kicauan burung nan lembut

Rasa senang
Rasa haru
Akan ciptaan tuhan yang maha kuasa
Sungguh indah

Namun sekarang
Semua rusak
Semua lenyap
Digantikan bangunan demi bangunan

Akan jadi apa bumi kita ini?
Bencana akan datang silih berganti
Wahai kau perusak! Apa kau tak peduli?
Dengan nasib kita dan generasi penerus

Tolong
Stop! Berhenti rusak Bumi ini!
Agar tak hanya bencana yang diwariskan
Agar anak cucu kita
Bisa melihat karya Agung Tuhan

Puisi "Pergi Saja"

 Pergi Saja

Sudah cukup pergilah saja
Ku ikhlaskan kau dengannya
Asal kau bahagia disana
Saat bersama dirinya

Jangan muncul lagi dihadapanku
Sebab ku tak ingin mengenangmu
Karena disaat itu
Ku kan membenci dirimu
Powered by Blogger.